Memboyong alutsista canggih kelas dunia belum menjamin ketangguhan pertahanan bawah air Indonesia. Langkah pemerintah membeli kapal selam Scorpène buatan Prancis hingga menggarap Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) di PT PAL bakal sia-sia jika tidak dibarengi ekosistem industri yang kuat.
Ketergantungan Indonesia pada kabel fiber optik bawah laut berada dalam posisi rawan. Pasalnya, jalur data internet nasional belum memiliki sistem cadangan yang memadai jika terjadi pemutusan atau sabotase di dasar laut.
TNI AL kembali unjuk gigi dalam forum pertahanan laut internasional. Perwakilan TNI AL menghadiri kegiatan Navy Tech and Seabed Defense 2026 di Gothenburg, Swedia, untuk membedah teknologi canggih pertahanan dasar laut.
Seorang perwira TNI AL, Letkol Laut (P) Bagus Jatmiko berhasil dinyatakan lulus dari program pendidikan doktoral di Naval Postgraduate School (NPS), Monterey, California, AS, Rabu (18/12).