HANKAM

TNI AL Bedah Tantangan Laut Global di Singapura, Ini Poin Pentingnya

Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama Salim
Mewakili TNI AL, Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama Salim berbicara tentang modernisasi kekuatan dan stabilitas kawasan dalam konferensi strategis RSIS di Singapura, Sabtu (24/1). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL terus memperluas peran diplomasi di kancah internasional. Kali ini, delegasi TNI AL membedah dinamika keamanan laut dan tantangan masa depan dalam forum strategis di Singapura.

Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama Salim, hadir langsung di Singapura, Sabtu (23/1). Ia mengikuti rangkaian program keamanan maritim garapan S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS).

Salim menjelaskan, kehadiran TNI AL dalam forum tahunan ini memiliki misi strategis. Pihaknya perlu membaca arah angin geopolitik serta mengantisipasi ancaman yang mungkin timbul.

Baca Juga: Satgas Gulbencal Bersihkan Lumpur yang Sempat Lumpuhkan Sekolah Madrasah di Pidie Jaya

"Kami memanfaatkan forum ini untuk menilai perkembangan dinamika keamanan maritim setahun terakhir. Selain itu, kami menghimpun pandangan para ahli soal proyeksi dan tantangan apa saja yang bakal muncul pada tahun-tahun mendatang," ujar Salim dalam keterangannya.

Diskusi yang berlangsung selama dua hari tersebut mengupas berbagai isu panas. Mulai dari strategi keamanan maritim, modernisasi kekuatan angkatan laut (maritime force modernisation), hingga dinamika geopolitik kawasan yang terus berubah. Para pakar, akademisi, dan pemikir maritim dari berbagai negara turut urun rembuk dalam konferensi ini.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Global, Denjaka Pertajam Taktik Antiteror dan Pengamanan Vital

Menurut Salim, partisipasi ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menekankan pentingnya memperkuat jejaring internasional dan mempertajam kajian akademik guna mendukung tugas pokok TNI AL.

"Keikutsertaan ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Beliau menginstruksikan kami untuk terus meningkatkan diplomasi dan kerja sama maritim, baik di tingkat regional maupun internasional," tegas jenderal bintang satu tersebut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.