TNI AL Bantu Penanganan Bencana Tanah Longsor di Batam

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AL dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV Batam membantu penanganan bencana tanah longsor di Kota Batam, Kepulauan Riau, awal pekan ini. Langkah tersebut dilakukan bersama Basarnas dan masyarakat setempat.
Komandan Yonmarhanlan IV Batam Mayor (Mar) Andi Arif Mangkubumi memaparkan gejala alam tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi selama tiga hari berturut-turut. Hal ini mengakibatkan genangan air hingga longsor di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Siap-siap, Pemerintah Akan Bangun 5.500 Rumah Khusus Prajurit TNI AD
Merespons situasi tersebut, Andi menjelaskan pihaknya bersama basarnas dan masyarakat bekerja sama menyingkirkan puing-puing bangunan yang hancur. Selain itu, mereka juga membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga.
"Sejak kemarin Yonmarhanlan IV Batam sudah menyiapkan Ton Siaga Kemanusiaan untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi mengingat kondisi cuaca ekstrim di wilayah Kepri beberapa waktu ini," tutur Andi, dikutip dari Dispenal, Kamis (16/1).
Baca Juga: Anggaran Pertahanan Indonesia Diproyeksikan Akan Capai 1,5 Persen
Adapun bencana tersebut mengakibatkan lima rumah rumah rusak. Longsor tersebut juga menelan empat korban meninggal.
"Dua orang korban jiwa saat ini sudah dikebumikan di TPU Temiang Batu Aji dan dua korban jiwa lainnya saat ini sudah dibawa ke RS Otorita Batam untuk dilakukan otopsi," jelas Andi. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































