HANKAM

TNI AL Akan Kirim KRI Bung Tomo ke Malaysia untuk Latma Angkatan Laut Asean 2025

KRI Bung Tomo-357.
KRI Bung Tomo-357. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL akan mengirimkan kapal perangnya, yaitu KRI Bung Tomo-357 untuk terlibat dalam latihan bersama angkatan laut negara di wilayah Asean (Amnex) 2025.

Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Dedi Gunawan Widyatmoko memaparkan rencana garis besar latihan bersama Amnex 2025 kepada Pangkoarmada I Laksamana Muda Fauzi, Jakarta, Kamis (24/7).

"Latihan bersama Amnex 2025 direncanakan berlangsung di Penang, Malaysia, pada 12-24 Agustus," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Sabtu (26/7).

Baca Juga: Dinas Psikologi TNI AU Soroti Isu LGBT dan Kesehatan Mental Prajurit Lewat Webinar Edukatif

Amnex 2025 akan melibatkan delapan angkatan laut negara Asean, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina, dan Brunei Darussalam.

"Rangkaian latihan meliputi fase pangkalan (harbour phase); fase layar (sailing phase); fase laut (sea phase); dan pull out," lanjutnya.

Yoni menyampaikan, latihan bersama Amnex 2025 bertujuan mempererat persahabatan (camaraderie) dan meningkatkan tindakan bersama (coaction) antar-angkatan laut negara-negara Asean.

Baca Juga: KSAU Cek Kesiapan Pasukan TNI AU Jelang Upacara Tradisi Kehormatan Militer

"Amnex juga bertujuan meningkatkan koordinasi dalam operasi maritim dan interaksi antar-prajurit peserta latihan," ujarnya.

Spesifikasi KRI Bung Tomo

KRI Bung Tomo merupakan kapal patroli lepas pantai jenis korvet dengan jumlah awak sekitar 85 prajurit, dengan rincian perwira 17 orang, bintara 40 orang, dan tamtama 28 orang. Memiliki berat 1,941 ton, berdimensi 89 meter x 12,8 meter x 3,6 meter, kapal ini mampu melanju dengan kecepatan maksimum 30 knot.

Sistem peluru kendali Exocet MM40 Block 3 yang ada pada KRI Bung Tomo, mampu menghancurkan kapal musuh dari jarak jauh. Selain itu, terdapat senjata meriam 76 mm dan senapan mesin yang memberikan perlindungan dalam pertempuran.

Baca Juga: TNI Siap Berperan Aktif Tangani Karhutla di Riau

Untuk kemampuan radar, KRI Bung Tomo dilengkapi sistem radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi dan melacak berbagai ancaman di udara dan laut secara berkala. Hal ini meningkatkan kemampuan kapal menghadapi serangan udara dan permukaan.

Selain itu, KRI Bung Tomo juga mempunyai teknologi komunikasi canggih, awak kapal mampu berkomunikasi dengan armada TNI AL lainnya serta menerima informasi intelijen dengan cepat. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.