HANKAM

TNI AL Akan Kerahkan 5.000 Prajurit Kesehatan dan Konstruksi untuk Misi Gaza

KSAL Laksamana Muhammad Ali
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali inspeksi pasukan TNI AL saat Hari Armada RI di Surabaya, 2024 lalu. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL menyiapkan sekitar 25 persen dari total 20.000 pasukan yang tengah dipersiapkan Indonesia untuk pengerahan misi perdamaian di Gaza. Dari porsi tersebut, matra laut mengerahkan sekitar 5.000 prajurit yang kini masuk tahap seleksi internal.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan proses seleksi sedang berjalan dan daftar nama prajurit telah dihimpun. Prajurit dengan keahlian khusus menjadi prioritas utama.

“Spesifikasi personel diprioritaskan dengan kualifikasi kesehatan serta konstruksi, untuk melaksanakan rehabilitasi bagi masyarakat korban perang,” kata Tunggul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/11).

Baca Juga: Menhan Targetkan Bentuk 150 Batalion Teritorial Pembangunan Setiap Tahun

Fokus pada dua bidang itu sejalan dengan kebutuhan misi kemanusiaan di Gaza, terutama perawatan korban dan pembangunan ulang fasilitas yang rusak akibat perang.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan pengerahan pasukan ke Gaza masih dalam tahap seleksi dan pematangan struktur organisasi. Ia menyebut TNI menyiapkan tiga brigade komposit yang berisi Batalion Kesehatan, Batalion Zeni Konstruksi, Batalion Bantuan, serta elemen mekanis.

“Unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua kapal bantu rumah sakit dari TNI AL lengkap dengan helikopter,” kata Agus dalam rapat dengan Komisi I DPR, Senin (24/11).

Agus menegaskan pasukan akan dikirim setelah TNI mengerahkan tim aju untuk melihat langsung situasi lapangan dan menentukan lokasi paling aman untuk pengerahan kontingen.

Baca Juga: TNI Segera Amankan Instalasi Vital Nasional, BAIS Perkuat Deteksi Ancaman

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan persiapan 20.000 pasukan merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pasukan ini nantinya bertugas di bawah komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jadi, kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pasukan ini secara substansi dipersiapkan oleh Panglima TNI,” kata Sjafrie.

Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia mengerahkan 20.000 putra-putri Tanah Air untuk mendukung perdamaian Gaza saat berpidato di Sidang Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat. Pasukan yang dipersiapkan TNI adalah prajurit yang terbiasa menangani operasi militer selain perang (OMSP), termasuk operasi kemanusiaan di dalam dan luar negeri. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.