TNI Akui Kekurangan Material untuk Bangun Jembatan

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyebut TNI AD kekurangan material untuk program pembangunan jembatan di seluruh Indonesia hingga harus mendatangkan dari luar negeri.
Material tersebut menurut Donny yaitu bahan baku jembatan armco. Ia memastikan prajurit sudah siap bekerja tetapi tetap tergantung dari ketersediaan material.
Baca Juga: TNI AD Siagakan Prajurit di Objek Vital Nasional dan Wilayah Rawan Bencana
"Jadi prajurit bekerja tergantung dengan material. Jadi selama ini memang semuanya sudah dikerahkan untuk wilayah kita yang terdampak agar masyarakat bisa cepat pulih. Ya, memang material kekurangan, terutama armco yang kita memesan dari luar," kata Donny di sela-sela acara buka bersama Dispenad dan media yang digelar di Mabesad, Kamis (12/3).
Selain material armco, Donny juga mengatakan material baku jembatan bailey dan gantung juga habis dan menunggu untuk kembali diproduksi.
"Benar, jembatan bailey juga bahan bakunya habis, banyak yang sudah terpakai. Jadi, kita menunggu untuk bisa memproduksi lagi, membuat, seperti itu. Termasuk jembatan gantung juga," kata Donny.
Baca Juga: Antusias Masyarakat Minta TNI AD Buatkan Jembatan hingga 8.000 Titik
Untuk diketahui TNI AD sendiri baru saja menyelesaikan pembangunan 218 jembatan, terdiri dari 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dan 82 jembatan perintis, yang telah dibangun di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan jembatan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto karena diselesaikan hanya dalam waktu 2,5 bulan.
TNI AD sendiri menargetkan membangun 6.000-7.000 jembatan di seluruh Indonesia dalam satu tahun. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































