TNI akan Perkuat Pengawasan Terhadap Prajurit yang Pegang Senjata

Jakarta, IDM – Akhir-akhir ini kasus terkait penyalahgunaan senjata oleh prajurit TNI marak terjadi. Terbaru seorang oknum prajurit TNI Angkatan Darat mengamuk di dalam kantor Bank BUMN di Gowa, Sulawesi Selatan, dengan membawa senjata laras panjang. Pelaku berpangkat Prajurit Kepala.
Terkait hal ini, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan ke depan hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi TNI agar tidak lagi terjadi kejadian serupa.
Baca Juga: TNI akan Bangun Lima Kodam Baru di Tahun 2026, Ada Wilayah Yogyakarta dan NTT
"TNI akan memperkuat pengawasan terhadap prajurit yang memegang senjata, termasuk aspek psikologis, serta mengevaluasi kembali prosedur teknis kepemilikan dan penggunaan senjata dinas. Intinya, senjata hanya boleh digunakan sesuai aturan dengan tanggung jawab yang ketat," kata Freddy di Jakarta, Jumat (26/9).
Sementara itu, terkait oknum prajurit TNI Angkatan Darat mengamuk di dalam kantor Bank BUMN di Gowa, Kapenkostrad, Kolonel Inf Choiril Anwar mengatakan saat ini pelaku telah diamankan di Markas Kodim 1409/Gowa, lalu dijemput oleh Divif 1 Kostrad.
Baca Juga: Prajurit Yonbekang 2 Kostrad Dukung Latihan Bersama Linud Malindo-8 TNI AD dan AD Malaysia
"Yang bersangkutan langsung dibawa oleh Asintel Divif 1 Kpstrad ke Pomdam XIV/Hsn untuk menjalani proses pemeriksaan/pendalaman, untuk mengetahui kronologis motif dan sebagainya. Kami terus berkoordinasi dengan Pomdam XIV/Hsn," kata Choirul. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































