HANKAM

TNI Akan Fokus Bangun Batalyon di Daerah-daerah Tertinggal

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan ke depan TNI akan fokus membangun batalyon seperti Batalyon Infanteri Penyangga Daerah Rawan (PDR) di daerah-daerah tertinggal.

Hal ini diungkapkannya saat acara penyerahan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam) oleh Kemhan kepala Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Monas, Rabu, (2/10).

Baca Juga: Pascaserangan Israel di Lebanon, Panglima: Kondisi Prajurit TNI Baik-baik Saja

"Ya betul. Nanti akan banyak. Kita sedang seting di mana strategisnya pertahanan, dan juga membantu daerah-daerah tertinggal," kata Maruli.

Lebih lanjut kata Maruli, pembahasan untuk penambahan batalyon untuk daerah tertinggal ini sedang berlangsung dan ia memastikan ide ini bermanfaat untuk masyarakat.

Baca Juga: Jelang Transisi Pemerintahan Prabowo, TNI AL Matangkan Postur Kekuatan 20 Tahun ke Depan

"Banyak, sangat banyak. Jadi di daerah-daerah lain pun, kalau sudah tentara hadir tadi saya sampaikan minimal uang 1.000 orang, Rp 5 miliar di situ berputar. Informal job, dan lain sebagainya. Dan juga nanti pembangunan-pembangun pemerintah daerah bisa dibantu sama tentara ini. Dan kalau sudah teman-teman dengar kita komunikasi semakin intensif masalah TMMD. Karena kalau tentara yang kerjakan jauh lebih murah seperti pmbuatan jalan, RTLH, dan air," kata Maruli. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.