Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto baru saja meresmikan Batalyon infanteri (Yonif) Penyangga Daerah Rawan (PDR) di Monas, Rabu, (2/10). Total ada lima Yonif yang akan berkedudukan di wilayah Papua.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan ke depan TNI akan fokus membangun batalyon seperti Batalyon Infanteri Penyangga Daerah Rawan (PDR) di daerah-daerah tertinggal.
Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Abraham Mose mengungkapkan senapan serbu Assault Military atau AM-1 generasi terbaru dari SS2, akan menjadi dukungan persenjataan bagi para prajurit di 5 batalyon infanteri (Yonif) penyangga daerah rawan.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan Batalyon Infanteri (Yonif) Penyangga Daerah Rawan (PDR) yang baru diresmikan Panglima TNI adalah ide Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto.