Kamis, 22 Februari 2024

Rekam Jejak 24 Tahun Pengabdian Pesawat A-4 Skyhawk Menjaga Kedaulatan Udara Indonesia

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Pesawat tempur A-4 Skyhawk menjadi salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang pernah memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Sejak mendarat pertama kali di tanah air pada 4 Mei 1980, pesawat asal Amerika Serikat (AS) ini telah mengabdi selama 24 tahun. TNI AU telah mengerahkan pesawat ini untuk beragam operasi militer, di antaranya Operasi Seroja; Operasi Halau; dan Operasi Badar.

Tidak hanya itu, A-4 Skyhawk juga kerap menjadi andalan saat TNI AU menjalankan latihan mandiri maupun latihan bersama dengan sejumlah negara sahabat, seperti Latihan Sriti Samber; Latihan Jalak Sakti; Latihan Sikatan Daya; Latihan Elang Seberang dengan Selandia Baru di Lanud Medan; Elang Ausindo dengan Australia di Lanud Hasanuddin Makassar; Elang Thainesia dengan Thailand; Elang Malindo dengan Malaysia; dan Elang Indopura dengan Singapura.

Baca Juga: Mengenal Senapan Lee-Enfield No.4 Mk 1, Senjata Runduk Era Perang Dunia II

Usai 24 tahun pengabdian, pesawat A-4 Skyhawk melakukan penerbangan terakhirnya pada 5 Agustus 2004. Saat itu, 3 pesawat A-4 Skyhawk melakukan take off bersamaan dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar. Dua pesawat dengan tail number TT-0440 dan TL-0416 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Jemi Trisonjaya (Thunder 112) dan Mayor Pnb Singgih (Thunder 109) mendarat di Lanud Adisutjipto.

Pesawat A-4 Skyhawk TNI AU
Pesawat A-4 Skyhawk TNI AU. (Foto: Dok. YouTube Airmen TV Dispenau)

Sedangkan pesawat ketiga dengan tail number TT-0431 yang diterbangkan oleh Kapten Pnb Bambang Pramuhardi (Thunder 123) memisahkan diri dan mendarat di Lanud Iswahjudi.

Menilik sejarahnya, proyek pengadaan pesawat A-4 Skyhawk dimulai pada pertengahan tahun 1979 dengan nama ‘Operasi Alpha’. Sebelum mengoperasikan pesawat ini, TNI AU terlebih dahulu mengirimkan teknisi yang kemudian disusul oleh 10 penerbang ke Amerika Serikat untuk belajar mengawaki pesawat ini.

Baca Juga: The Sin Nio, Pejuang Perempuan Indonesia yang Hidup Sulit Hingga Akhir Hayat

Kesepuluh penerbang itu merupakan penerbang T-33 asal Skadron Udara 11 Lanud Iswahjudi. Mereka dikirim ke AS pada awal tahun 1980 dan harus belajar menerbangkan A-4 Skyhawk selama 4 bulan.

penerbang
Para penerbang pesawat A-4 Skyhawk TNI AU. (Foto: Dok. YouTube Airmen TV Dispenau)

Jumlah pesawat yang pertama kali dikirim ke Indonesia sebanyak 4 unit. Keempat A-4 Skyhawk itu tiba di Indonesia pertama kali pada 4 Mei 1980 dan terdiri dari 2 pesawat single seat serta 2 pesawat double seat.

Pengiriman pesawat dari AS sampai ke Indonesia dilakukan melalui kapal dan tiba di pelabuhan Tanjung Priok. Kemudian, pesawat dirakit di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: Cerita Lettu Kusmari dan Aipda Sumarno Jadi Korban Penyiksaan KNIL di Penjara Pulau Wundi

“Setelah diuji terbang, pesawat diterbangkan ke Lanud Iswahjudi oleh para penerbang Skadron Udara 11. Setelah itu, setiap 5 minggu datang pesawat gelombang berikutnya, hingga pada bulan September 1980 jumlah pesawat A-4 Skyhawk mencapai 16 unit yang selanjutnya menjadi kekuatan Skadron Udara 11 Lanud Iswahjudi,” ungkap TNI AU yang dikutip dari YouTube, @Airmen TV Dispenau, Kamis (2/11).

Kemudian, Indonesia kembali mendatangkan 16 pesawat A-4 Skyhawk melalui protek Alpha-II pada tahun 1982 untuk menjadi kekuatan Skadron Udara 12 Lanud Iswahjudi, yang telah diaktifkan kembali pada 2 Mei 1983. (yas)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER