HANKAM

TNI akan Bangun Markas Pertahanan Udara, Ini Lokasinya

Pangkohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono
Pangkohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono dan jajarannya mengunjungi lokasi pembangunan markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas) di wilayah Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/7). (Foto: Dok. Kohanudnas)

Jakarta, IDM – TNI melalui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) akan membangun Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas) baru di wilayah Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat.

Hal ini dipastikan saat Pangkohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono dan jajarannya mengunjungi lokasi pembangunan markas tersebut pada Senin (6/7).

Dilansir dari keterangan Penerangan Kohanudnas, Andyawan mengatakan kesiapan pertahanan udara nasional tidak hanya ditentukan oleh pengembangan alat peralatan pertahanan dan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga oleh infrastruktur komando.

Baca Juga: Taklukan Takdir: Kisah Inspiratif Abraham Gili, Anak Panti Asuhan yang Lulus jadi Prajurit TNI AD

"Pembangunan markas ini sebagai infrastruktur komando yang mampu menghadirkan sistem komando dan kendali secara cepat, terpadu dan berkesinambungan guna mendukung pengambilan keputusan operasi," kata Andyawan.

Pada kesempatan tersebut ia juga menerima paparan dari Paban II Duklog Slog Kaskohanudnas Kolonel Kal Yossi Dirwansyah mengenai kesiapan dalam mewujudkan pembangunan Makohanudnas yang efektif, terencana dan berkelanjutan.

Setelah itu, ia memastikan Kohanudnas akan terus mendorong koordinasi dan sinkronisasi dengan jajaran terkait di lingkungan TNI guna mempercepat proses pembangunan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga keberlangsungan operasional Kohanudnas sebagai salah satu Komando Utama Operasi TNI di bidang pertahanan udara nasional dapat semakin optimal dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia.

Baca Juga: Menarik! Tradisi Prajurit TNI AD Masuk Satuan, Mengenal Sejarah lewat Navigasi

Untuk diketahui, dalam struktur organisasi TNI yang terbaru, Kohanudnas telah dilikuidasi dan diintegrasikan ke dalam organisasi baru bernama Koopsudnas (Komando Operasi Udara Nasional) pada awal tahun 2022.

Integrasi ini dilakukan agar penanganan operasi udara—baik pertempuran udara, pertahanan udara, hingga angkutan udara strategis—berada di bawah satu komando tunggal yang lebih efisien dan kuat di bawah TNI Angkatan Udara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.