TNI Ajak OPM di Hutan Kembali ke NKRI: Pintu Perdamaian Terbuka

Jakarta, IDM – Wakil Panglima Komando Operasi (Wapangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto mengajak para anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih berada di hutan untuk kembali ke NKRI. Ia menyebut pintu perdamaian selalu terbuka.
Hal ini dikatakannya saat menyambut delapan anggota TPNPB-OPM Kodap XV/Ngalum Kupel yang secara sukarela berikrar kembali ke pangkuan NKRI, Rabu (10/6).
"Saudara-saudara yang hingga kini masih berada di hutan untuk tidak ragu kembali kepada keluarga dan masyarakat. Pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut membangun kampung halamannya," kata Riyanto dikutip keterangan Dispenad, Sabtu (13/6).
Baca Juga: TNI AD Gagalkan Ratusan Kilogram Sabu dan Ganja di Perbatasan RI-Malaysia
Lebih lanjut Riyanto mengaku bersyukur menyaksikan berbagai perubahan positif yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia mengenang perjalanan panjang saat bertugas di Kiwirok yang dinilai menjadi contoh masa depan Papua tidak dibangun melalui permusuhan, melainkan melalui persaudaraan, dialog, dan kerja sama.
“Kita semua memiliki harapan yang sama, yaitu anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, masyarakat dapat berkebun dan berdagang dengan aman, serta kampung-kampung berkembang menjadi tempat yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya. Mari kita bergandengan tangan membangun Papua bersama-sama. TNI siap mendampingi masyarakat dalam mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Untuk diketahui, delapan anggota TPNPB-OPM juga secara sukarela menyerahkan Bendera Bintang Kejora, menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan setia kepada NKRI, mencium Sang Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang mereka miliki.
Baca Juga: Kodam Cenderawasih Siap Amankan Program Pangan Nasional untuk Perkuat Ketahanan Indonesia
Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Bagi masyarakat Kiwirok, peristiwa ini bukan hanya tentang kembalinya delapan orang ke pangkuan bangsa, melainkan juga tentang lahirnya harapan baru bahwa perdamaian dapat diwujudkan melalui pendekatan kemanusiaan, saling menghormati, serta membangun kepercayaan.
Setelah prosesi ikrar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan, ramah tamah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































