HANKAM

TNI AD Wujudkan Swasembada Pangan Melalui Program Agroforestry

kawasan agroforestry 
Contoh kawasan agroforestry TNI AD di Gunung Hejo, Purwakarta, Jawa Barat. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan melalui program agroforestry. 

Hal ini dikatakannya saat menerima penghargaan Insan Inspiratif dan Kepemimpinan TNI AD Bidang Agroforestry, Pengairan, dan Teritori Pangan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).

Menurut Maruli, target pengembangan agroforestry di tahun 2026, akan terus dikembangkan seiring hasil positif yang telah dicapai. “Kami mengerjakan itu tidak menjadi fokus tugas pokok, tapi kami melihat perkembangannya baik, kami berupaya terus akan mengembangkan,” katanya dikutip dari keterangan Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad).

Baca Juga: Tinjau Kesiapan Yon TP 857 dan Brigif TP 31, Menhan Sjafrie: Prajurit TNI adalah Tentara Rakyat

Lebih lanjut Maruli mengatakan bahwa TNI Angkatan Darat akan terus berkontribusi sebagai bagian dari solusi menghadapi tantangan ketahanan pangan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan masyarakat.

“Tadi saya mendapat penghargaan, kaitannya riwayat saya sebagai KSAD. Tadi juga ada dialog (talk show) dengan Kepala Bulog, mudah-mudah yang disampaikan dapat memberikan informasi kepada masyarakat sehingga memotivasi agar meningkatkan hasil pertanian kita,” kata Maruli.

kawasan agroforestry 
(IDM/Faisal Ramadhan)

Kawasan Lahan Tidur 200 Hektare Contoh Agroforestry di Purwakarta

TNI AD membangun 200 hektare lahan pertanian dan menggandeng 302 petani di Kawasan Gunung Hejo, Purwakarta, Jawa Barat. Kawasan ini jadi contoh Agroforestry dan diresmikan Maruli pada bulan Februari 2025 lalu.

Tim redaksi Indonesia Defense Magazine, pernah melihat langsung kawasan ini. Tampak lahan pertanian ini terbentang di area perbukitan dengan didominasi tanah merah yang tampak subur, sepanjang mata memandang puluhan petani dibimbing para Babinsa TNI AD tampak sibuk menanam, menggemburkan tanah dan menyemai bibit.

Baca Juga: Serah Terima Kawal Istana jadi Simbol Kontinuitas Pengamanan Negara

kawasan agroforestry 
(IDM/Faisal Ramadhan)

Danramil 1903/Darangdan, Lettu Kav Unang Sunarya yang ditemui saat itu mengatakan sebelumnya area ini adalah HGU PTPN dan ditanamin oleh pohon karet. Sekitar tahun 2017 pohon karet ditebang dan areanya berubah menjadi semak-semak dan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam sayuran dan singkong.

"Kemudian di akhir tahun 2024 Angkatan Darat menggandeng pihak ketiga termasuk para petani setempat mengolah lahan ini dengan penanaman pohon keras di antaranya kelengkeng, alpukat, mangga, petai, durian, manggis dan sawo," kata Sunarya.

Ia juga menjelaskan total Babinsa pendamping yang diturunkan untuk mendampingi petani adalah 32 orang dengan 1 orang Komandan Koramil. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.