TNI AD Ungkap Ada Munisi dan Miras Ilegal Masuk di Perbatasan RI-Malaysia

Jakarta, IDM – TNI AD dari Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Wilayah Kaltara/Kaltim Sektor Barat Yonarmed 4/Parahyangan Kodam III/Siliwangi mengungkap bahwa ada munisi dan minuman keras (miras) ilegal yang masuk ke Indonesia.
Dilansir dari keterangan Penkodam VI/Mulawarman (MLW), Kamis (22/1), pengungkapan ini dipastikan saat prajurit Pamtas Pos Gabungan (Gabma) Longmidang, Distrik Krayan, Kabupaten Nunukan melaksanakan pemeriksaan rutin kendaraan lintas batas.
Baca Juga: Jaga Perbatasan, KRI Parang-647 Geber Latihan Bahaya Permukaan di Bintan
Dansatgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus mengatakan barang terlarang ditemukan disembunyikan di antara bahan kebutuhan pokok dalam bak mobil dan tas milik pengemudi berinisial JP, warga Long Bawan, Krayan.
"Barang bukti yang diamankan meliputi 144 kaleng Anchoor, 48 botol Lucky, 180 botol Golden Starz, 144 kaleng Guinness, serta 4 butir munisi jenis penabur. Seluruh barang bukti telah diamankan dan dilaporkan secara berjenjang sesuai prosedur yang berlaku," kata Januar.
Januar memastikan keberadaan Satgas Pamtas tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, tetapi juga mencegah berbagai aktivitas ilegal demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Dengan pendekatan profesional dan humanis, prajurit Satgas Pamtas mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah perbatasan,” ujarnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































