TNI AD Targetkan Segera Rampungkan 200 Jembatan di Sumatra

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan 200 jembatan di wilayah terdampak bencana yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Hal ini dikatakannya saat kegiatan Apel Gelar Alat Material Zeni (Almatzi) di Dermaga Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1).
Baca Juga: TNI AD Siap Terlibat di Satgas Kuala Bentukan Menhan Sjafrie
Menurut Maruli saat ini ada 591 titik jembatan yang rusak di wilayah Sumatra. TNI AD sendiri fokus pada pemasangan tiga jembatan yaitu Bailey, Aramco dan jembatan gantung.
"Untuk jembatan Bailey targetnya ada 42 jembatan dengan rata-rata ukuran lebar dan panjang berbeda-beda. Saat ini yang sudah selesai dikerjakan ada 14 jembatan, 12 dalam tahap pemasangan dan 16 dalam tahap awal. TNI AD sendiri akan mengerjakan 25 jembatan sisanya diselesaikan oleh Kementerian PU dan intansi terkait," kata Maruli.
Baca Juga: TNI AD Kirim Ratusan Alat Berat ke Sumatra Gunakan Anggaran Tahun 2026
Lebih lanjut kata Maruli untuk jembatan Aramco targetnya ada 51 jembatan. Saat ini 11 jembatan sudah selesai dikerjakan, 8 terpasang dan 32 tahap awal.
Kemudian jembatan gantung target total 38 jembatan. "Saat ini yang sudah selesai dikerjakan ada 1, 27 tahap pemasangan dan 10 tahap survei," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































