TNI AD Sudah Kirim 29.000 Personel ke Sumatra

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan saat ini TNI Angkatan Darat sudah mengirimkan total 29.000 personel ke wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Hal ini dikatakannya saat memimpin keberangkatan Kapal ADRI XLIX dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta ke wilayah terdampak Sumatra, Rabu (31/12).
Baca Juga: Batalion Parako 481 Pasgat Gelar Apel Kesiapan Pasukan dan Operasi
"Personel tersebut melaksanakan tugas evakuasi, distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga pengamanan wilayah, termasuk pada momen perayaan malam Tahun Baru," kata Mustafa.

Lebih lanjut ia menegaskan komitmen TNI AD untuk terus hadir membantu masyarakat, memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, serta mendukung percepatan pemulihan kehidupan warga di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga: Rampungkan Pendidikan, 697 Prajurit Tamtama Berkualifikasi Pasukan jadi Kekuatan Baru TNI AU
Untuk diketahui TNI AD sudah mengirimkan enam kapal yang membawa bantuan dari Jakarta ke Sumatra. Di kapal keenam ini, TNI AD mengangkut berbagai bantuan logistik dan sarana pendukung penanganan bencana, antara lain jembatan Bailey, jembatan Armco, tenda darurat, perlengkapan tidur, obat-obatan, serta peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk pemulihan akses dan kebutuhan dasar masyarakat.
Ada juga, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Pertahanan, meliputi alat penjernih air, dan perlengkapan Hunian Sementara (Huntara). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































