HANKAM

TNI AD Soroti Angka Kematian Prajurit Tinggi Akibat 2 Faktor Ini

Upacara
Upacara

Jakarta, IDM - Jajaran TNI AD dari Kodam IV/Diponegoro menyoroti tingginya angka kematian prajurit yang disebabkan dua faktor utama yaitu kecelakaan kerja/lalu lintas maupun sakit kronis.

​Hal tersebut dikatakan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, saat memimpin upacara bendera bulanan di Lapangan Makodam, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6).

Baca Juga: Pangdam Cup 2026 Siapkan SDM Unggul Pendukung Pertahanan Bangsa

Merespon hal ini, Pangdam meminta kepada para Komandan Satuan (Dansat) agar meningkatkan pengawasan, pembinaan dan kepedulian terhadap kondisi anggota, termasuk memastikan akses pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat guna menjaga kesiapan personel.

Selain masalah internal, Pangdam juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan yang berkembang saat ini. Ketidakpastian global dan berbagai ancaman nonmiliter, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, serta narasi yang dapat memecah persatuan bangsa, perlu disikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian.

Menurutnya, seluruh personel Kodam IV/Diponegoro dituntut memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi dalam menjaga stabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan negara.

Baca Juga: TNI AD Ganti 7 Dandim Sekaligus di NTT, Ini Alasannya

Di akhir amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh Prajurit dan PNS atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung keberhasilan tugas satuan. Dengan semangat pengabdian, profesionalisme, integritas dan moralitas harus terus dijaga sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Tak lupa, ia juga berpesan agar terus melakukan pembinaan satuan yang terukur dan berkelanjutan guna meningkatkan kemampuan tempur, kesiapsiagaan operasional, serta pengembangan karier prajurit.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.