TNI AD Siap Terlibat di Satgas Kuala Bentukan Menhan Sjafrie

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan prajurit TNI AD siap terlibat di Satuan Tugas (Satgas) Kuala bentukan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Satgas ini adalah unit khusus dalam upaya mengatasi pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak akibat bencana Sumatra.
Baca Juga: TNI AD Kirim Ratusan Alat Berat ke Sumatra Gunakan Anggaran Tahun 2026
"Kalau kami siap ditunjuk. Selama ini yang dari semua proyek bencana alam itu pasti ada Angkatan Darat. Dari mulai Huntara, jembatan, bersihin sekolah, bersihin pasar, bersihin jalan. Jadi kemungkinan di Satgas Kuala TNI AD dilibatkan," kata Maruli saat memimpin Apel Gelar Alat Material Zeni (Almatzi) di Dermaga Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1).
Untuk diketahui tugas Satgas Kuala dibagi ke dalam dua gugus tugas utama, yaitu Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala.
Baca Juga: KSAD: Lumpur Banjir Sumatra Susah Dibersihkan Secara Manual Butuh Alat Berat
Nantinya ada beberapa tahapan yang diperlukan oleh Satgas Kuala sebelum beroperasi yang rencananya dimulai pada awal Februari 2026. Kerja Satgas Kuala diawali dengan peninjauan lapangan di sepanjang Kuala Tamiang, termasuk batas muara di laut, untuk menentukan penggunaan alat berat dan mekanisme pekerjaan.
Setelah peninjauan, Satgas Kuala melanjutkannya dengan evaluasi dan pembagian tugas masing-masing gugus tugas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































