TNI AD: Rp650 Juta Sumbangan KSAD Maruli untuk Sumatra Bukan Anggaran Negara

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono buka suara terkait uang sumbangan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk musibah di Sumatra.
Donny memastikan bantuan bahan makanan senilai Rp650 juta yang disalurkan KSAD Maruli bukan dari anggaran negara maupun anggaran TNI AD.
Baca Juga: TNI AD Berangkatkan Kapal ADRI Kirim Bantuan ke Tiga Lokasi Bencana di Sumatra
"Terkait bantuan bahan makanan senilai Rp650 juta yang disalurkan oleh KSAD Maruli ke tiga lokasi bencana di wilayah Sumatra, dapat saya tegaskan bahwa dana tersebut bukan dari anggaran negara maupun anggaran TNI AD," kata Donny di Jakarta, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan sumbangan dari para sahabat dan rekan KSAD Maruli yang dititipkan untuk disalurkan kepada para korban.
"Jadi sifatnya murni solidaritas dan kepedulian, bukan penggunaan dana institusi," kata Donny.
Baca Juga: 80 Pati TNI AD Naik Pangkat, 20 Mayjen dan 60 Brigjen
Sebelumnya diberitakan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyumbang bantuan bahan makanan senilai ratusan juta untuk musibah di Sumatra.
Bantuan bahan makanan tersebut total Rp200 juta untuk Aceh, Rp250 juta untuk Sumatra Utara, dan Rp200 juta untuk Sumatra Barat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































