HANKAM

TNI AD Prioritaskan Rekrut Prajurit Orang Asli Papua

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Batalyon Infanteri (Yonif) 122/Tombak Sakti. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - TNI AD akan memprioritaskan perekrutan prajurit dari putra-putri asli Papua atau orang asli Papua (OAP) yang ada di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Hal ini diungkapkan Komandan Korem 172/PWY(Praja Wira Yakthi) Brigjen TNI Dedi Hardono pada seminar publik dan rapat akbar masyarakat adat Tabi, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu, (27/9).

"TNI -AD komitmen untuk memprioritaskan putra-putri asli Papua dalam seleksi calon prajurit," kata Dedi seperti dikutip dari Antara.

Walaupun demikian, katanya tetap melihat kemampuan dan syarat khususnya kesehatan.

Baca Juga: KSAD Mengutus 1000 Personel Bersihkan Sungai Deli di Medan

"Untuk jadi tentara tidak bisa dipaksakan karena bila kondisi fisik, kesehatan dan psikologinya buruk sangat membahayakan dirinya sendiri," kata

Danrem 172/PWY menyatakan, persyaratan dalam perekrutan tersebut sejalan dengan peraturan dalam TNI dan UUD Otsus atau disebut jalur afirmasi melalui Otsus.

Ini yang membedakan proses rekrutmen di Papua dengan di luar Papua sehingga dalam prosesnya banyak hal-hal yang memudahkan atau meringankan khususnya bagi calon-calon dari putra-putri OAP.

Baca Juga: 206 Prajurit Muda Siap Perkuat Pangkalan TNI AL Wilayah Koarmada III

Kodam XVII/Cenderawasih terus melakukan berbagai upaya dalam merekrut putra putri OAP salah satunya adalah mengusulkan adanya program Bintara Honai, yang akan direkrut dari setiap kampung di wilayah Papua.

"Kami harap program tersebut disetujui sehingga putra-putri Papua menjadi prajurit TNI AD,” ujarnya.

Diakui, animo pendaftaran OAP di wilayah Korem 172/PWY, dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga diharapkan mereka dapat menyiapkan diri sebaik mungkin.

Baca Juga: Dankodikopsla Tutup Tiga Program Pendidikan TNI AL

Setiap tahun dalam proses penerimaan prajurit TNI khususnya di Korem 172/PWY sudah ada tim yang dibentuk untuk membina anak-anak kita agar siap mengikuti tes, baik fisik dan mentalnya.

Untuk di daerah ada Koramil melalui babinsanya yang siap melatih mereka dan pihaknya juga berharap peran dari tokoh adat dan masyarakat, terutama peran orang tua, agar bila anak-anak sudah berdinas dapat menjadi contoh tauladan di tengah masyarakat dan bisa mengajak saudara-saudaranya untuk membangun Papua yang sejahtera, aman dan damai,” harap Danrem. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.