HANKAM

TNI AD: Personel dan Alutsista Batalyon PDR Sudah Disiapkan

Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peresmian Batalyon Penyangga Daerah Rawan (PDR) dan penyerahan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) di lapangan silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, (2/10). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan personel, alutsista hingga fasilitas dasar lima Batalyon Penyangga Daerah Rawan (PDR) di Papua yang baru diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sudah efektif dan disiapkan.

Walaupun begitu ia mengatakan secara personel, kekuatan itu sekarang belum 100 persen.

Baca Juga: Prajurit Marinir di Merauke Panen Padi dari Lahan Markas

"Jadi walaupun belum 100 persen, tetapi tentu sudah melengkapi jumlah. Maksudnya jumlah yang standar untuk beroperasional," kata Wahyu ditemui saat acara Apel Danrem-Dandim TA. 2024 di Mandiri Corporate University, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis, (10/10).

Ia menjelaskan selama ini proses rekrutmen sudah dilaksanakan untuk personelnya, selanjutnya itu akan terus dievaluasi terus untuk dipenuhi.

Baca Juga: Danrem-Dandim Se-Indonesia Berkumpul, Bahas Pilkada, Evaluasi Hingga Apresiasi

"Operasional, berkaitan dengan material juga sudah diperlengkapi. Seperti alusista juga sudah dilengkapi. Untuk masing-masing perorangan sesuai dengan jabatannya. Selanjutnya berkaitan dengan fasilitas, secara umum untuk fasilitas dasar sudah terpenuhi. Markas, barang, hal-hal yang berguna untuk administrasi mereka. Fasilitas pendukungan harus ada. Sarana prasarana dan tambah lagi sarana perekonomian. Selanjutnya untuk kegiatan refreshing, kata Wahyu.

"Tapi yang pasti, kalau kita membentuk kesatuan, seperti yang PDR ditanyakan tadi, itu secara personel, secara material, secara fasilitas, yang mendasar, yang pokok, itu sudah terpenuhi," tambah Wahyu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.