HANKAM

TNI AD Peringati Hari Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kodam XXIV/Mandala Trikora. (Foto: Dok. Kodam XXIV/Mandala Trikora)

Jakarta, IDM – TNI AD menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di seluruh satuan wilayah di Indonesia. Di Kodam XXIV/Mandala Trikora (MT) upacara digelar di Lapangan Upacara Makodam XXIV/MT, Merauke, Papua Selatan dan dipimpin oleh Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Baca Juga: Detik-detik Intel TNI AD Tangkap Pengedar Narkoba, Lakukan Transaksi di Lingkungan Warga

Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Disampaikan pula bahwa Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah ketidakpastian global, ancaman fragmentasi, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku bangsa.

Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting dalam diplomasi Indonesia untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Melalui berbagai peran aktif di dunia internasional, termasuk kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa- bangsa yang tertindas, Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kenang Sosok Ryamizard: Dia tidak Suka Tindakan-tindakan Ilegal

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau slogan semata, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, kebijakan publik, serta perilaku sosial yang mencerminkan keadilan, toleransi, dan persatuan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperteguh komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta meneguhkan peran Indonesia sebagai bangsa besar
yang menjunjung tinggi religiusitas, toleransi, dan perdamaian dunia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.