HANKAM

TNI AD Percepat Pemulihan Fasilitas Kesehatan dan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Yonif TP 857:GG
TNI AD percepat pemulihan fasilitas kesehatan dan rumah warga yang terdampak banjir di Aceh Utara. (Foto: Dok. Batalyon TP 857)

Jakarta, IDM – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan TNI AD bersama masyarakat dalam upaya pemulihan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara.

Salah satu fasilitas vital yang menjadi prioritas penanganan adalah Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Mancang, yang terdampak lumpur dan material sampah akibat luapan air.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonif TP 857/GG bersama personel Kodim 0102/Pidie Jaya bahu-membahu membersihkan Polindes agar dapat segera difungsikan kembali.

Baca Juga: Pimpin Rapat di Aceh Tamiang, Menhan Pastikan Satgas Kuala Mulai Bekerja Dua Minggu ke Depan

Di dalam bangunan, sisa lumpur yang telah mengering dan menghitam menempel di lantai serta dinding ruangan pelayanan.

Material batu dan sampah yang terbawa banjir juga ditemukan di beberapa sudut ruangan.

Tidak hanya fokus pada bagian dalam bangunan, para personel TNI AD turut membersihkan halaman sekitar Polindes dan saluran drainase.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya genangan air lanjutan sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi masyarakat yang akan kembali memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga: TNI AL Dukung Rekrutmen dan Seleksi 180 Abdi Dalem Prajurit Sarageni Keraton Yogyakarta

“Kami ingin memastikan fasilitas kesehatan ini segera bisa digunakan kembali oleh warga. Polindes adalah kebutuhan utama masyarakat, terutama bagi ibu dan anak,” ujar Danru kegiatan, Letda Inf Rico Jerianto, dikutip dari akun Instagram Batalyon TP 857, @yoniftp_857.

Kegiatan pembersihan dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, seperti sekop dan alat pel, mengingat sebagian lumpur sudah mengeras.

Meski demikian, personel TNI tetap bekerja secara maksimal dan penuh semangat bersama warga setempat.

Selain membersihkan Polindes, TNI AD juga menyisir rumah-rumah warga yang terdampak banjir di wilayah Aceh Utara.

Baca Juga: Tutup 16 Tahun Misi MTF Indonesia di UNIFIL, KRI Sultan Iskandar Muda Raih Medali Kehormatan Lebanon

Sejumlah rumah masih dipenuhi sisa lumpur di bagian lantai dan halaman. Personel TNI bersama warga bergotong royong mengangkat lumpur, membersihkan perabot rumah tangga, serta menata kembali lingkungan agar rumah kembali layak huni.

Kehadiran TNI AD di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang terdampak bencana.

Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.