TNI AD Pastikan Setiap Pelanggaran Prajurit Diproses Hukum: Kami Tidak Defensif!

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memastikan setiap pelanggaran prajurit diproses hukum. Hal ini dikatakannya menanggapi banyak pelanggaran yang melibatkan prajurit dan viral di masyarakat.
"Perlu diketahui bahwa kami tidak membela pelanggaran, tidak defensif secara berlebihan dari tindakan yang sudah dilakukan. Setiap pelanggaran yang dilakukan prajurit akan diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku," kata Donny di Jakarta, Jumat (29/5).
Baca Juga: Kadispenad Sebut Kehadiran Yon TP Berikan Dampak Peningkatan Ekonomi Lokal
Namun Donny meminta publik untuk tetap berpikir objektif karena menurutnya jumlah pelanggaran sangat kecil dibanding total pengabdian prajurit setiap harinya.
"Banyak tugas kemanusiaan tidak terekspos media, jangan sampai ribuan pengabdian prajurit tertutupi hanya oleh tindakan segelintir oknum," kata Donny.
Baca Juga: Puspen TNI Pastikan Pembangunan Yon TP tak akan Serobot Lahan Masyarakat
Ia juga memastikan TNI AD akan terus mengevaluasi internal di antaranya melalui pembinaan personel, penguatan mental ideologi, pengawasan internal, dan literasi digital prajurit. Karena tidak hanya di TNI, setiap prajurit menjadi bahan evaluasi bagi institusi untuk terus memperbaiki diri.
Untuk diketahui kasus pelanggaran prajurit saat ini yang terus terekspos publik adalah praperadilan perkara penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Agenda sidang masuk pembacaan kesimpulan. Kemudian ada kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank yang sudah memasuki sidang putusan atau vonis.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































