TNI AD Mulai Siapkan Pasukan Perdamaian ke Gaza, Prioritaskan Zeni dan Tenaga Medis

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat (AD) mulai menyiapkan personel untuk kemungkinan penugasan dalam misi perdamaian di Gaza.
Penyiapan dilakukan secara internal sambil menunggu hasil koordinasi dan keputusan resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan, jumlah, serta karakter pasukan yang akan diberangkatkan.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan proses pengiriman pasukan masih dalam tahap koordinasi berjenjang.
Penentuan kebutuhan personel akan ditetapkan melalui mekanisme komando, mulai dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga ke Mabes TNI, sebelum diteruskan ke Angkatan Darat.
Baca Juga: 12 Mayjen TNI AD Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
“Kami menunggu hasil koordinasi dari pihak yang mengoordinir misi di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu Mabes TNI menyampaikan ke Mabes AD personel dengan karakter seperti apa yang dibutuhkan. Itu yang kami siapkan,” ujar Maruli usai Rapat Pimpinan TNI–Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Menurutnya, TNI AD tidak menunggu keputusan final untuk mulai bersiap. Sejumlah personel yang berpotensi ditugaskan telah menjalani latihan, dengan fokus pada kemampuan yang relevan dengan misi kemanusiaan dan rekonstruksi.
“Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan akan bertugas dalam misi perdamaian. Jadi yang disiapkan itu zeni dan kesehatan, yang paling sering dibutuhkan,” paparnya.
KSAD menyebut, jumlah pasukan yang akan dikirim masih bersifat perkiraan. Angka yang beredar saat ini belum menjadi keputusan final karena masih dalam tahap negosiasi dan koordinasi di tingkat Mabes TNI.
Baca Juga: Panglima Kostrad bersama Ratusan Prajurit Ikuti Kegiatan Donor Darah
“Bisa satu brigade, sekitar 5.000 sampai 8.000 personel. Tapi itu masih bernego semua, belum pasti. Sampai sekarang belum ada angka yang diputuskan,” kata Maruli.
Ia menegaskan, peran TNI AD saat ini hanya sebatas menyiapkan personel sesuai kebutuhan. Sementara keputusan terkait penugasan, waktu keberangkatan, serta kepastian lokasi berada di tingkat komando yang lebih tinggi.
“Kalau kami, hanya penyiapan pasukannya saja,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, TNI AD memastikan kesiapan awal untuk mendukung misi perdamaian di Gaza, terutama dalam aspek kesehatan dan zeni, sambil menunggu keputusan resmi dari Mabes TNI dan pemerintah terkait pelaksanaan operasi. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































