TNI AD Lantik Ribuan Prajurit Tamtama, KSAD Beri Pesan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat kembali melantik ribuan Prajurit Tamtama. Di Sumatra Utara, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Dalam upacara tersebut, sebanyak 1.955 siswa resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.
Sementara itu di Ambon, sebanyak 1.252 prajurit muda resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmataif) TNI AD Gelombang II TA 2026. Prosesi penutupan pendidikan sekaligus pelantikan dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Baca Juga: Menilik Rencana Akuisisi Kapal Selam dan Sistem Deteksi Bawah Air Indonesia
Berikutnya di wilayah Kodam IV/Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin melantik 839 prajurit TNI AD dan resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026.
Pesan KSAD
Dalam pelantikan ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menitipkan pesan yang tercantum dalam amanat. Seperti dibacakan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, KSAD menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian panjang sebagai prajurit TNI AD.
KSAD menyebut bahwa para prajurit baru diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Satuan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan.
Baca Juga: Kemhan: Sudan Tertarik Beli Senapan PT Pindad
Selama dua bulan, para siswa telah menjalani pendidikan intensif yang disusun secara sistematis untuk membentuk cara berpikir, bersikap dan bertindak sesuai norma serta jati diri prajurit TNI AD yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Para prajurit muda selanjutnya diharapkan terus mengembangkan kemampuan teknik dan taktik militer yang telah diperoleh selama pendidikan.
Terakhir KSAD juga memberikan empat penekanan kepada para prajurit yang baru dilantik. Mereka diminta memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, mengasah naluri militer, menjaga disiplin serta mengoptimalkan potensi diri.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































