TNI Angkatan Darat kembali melantik ribuan Prajurit Tamtama. Di Sumatra Utara, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Dalam upacara tersebut, sebanyak 1.955 siswa resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan lokasi atau penempatan ribuan personel TNI AD sesudah dilantik. Hal ini dikatakannya dalam amanatnya saat menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I TA 2026 beberapa waktu lalu.
TNI AD kembali melantik ribuan personel dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). Mereka dilantik setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I TA 2026. Para prajurit ini sah melepas status sipil mereka dan resmi jadi anggota TNI AD.
TNI AD resmi membatalkan status prajurit Aloysius Dalo Odjan, seorang warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena ditemukan masalah pada dokumen Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang digunakan saat mengikuti seleksi penerimaan calon prajurit.
Prajurit Dua (Prada), Julio Oscar putra buruh bangunan dari Dusun Pajangan, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih predikat terbaik lulusan Dikmata Infateri TNI AD Gelombang III TA. 2025 di Rindam IV/Diponegoro.
Prestasi membanggakan diraih 78 anak yatim di Aceh. Mereka berhasil lulus Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2025 dan resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).
Sebanyak 817 orang Tamtama TNI AD resmi dilantik dan menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) dalam upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I TA. 2025, yang digelar di Lapangan Secata Rindam II/Sriwijaya, Sumatera Selatan, Jumat (25/4).