KSAD Beberkan Penempatan Ribuan Personel TNI AD Sesudah Dilantik

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan lokasi atau penempatan ribuan personel TNI AD sesudah dilantik. Hal ini dikatakannya dalam amanatnya saat menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I TA 2026 beberapa waktu lalu.
TNI AD diketahui baru saja melantik ribuan prajurit di seluruh Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) wilayah Indonesia. Mereka resmi melepas status sipil dan resmi dilantik menjadi prajurit berpangkat Prajurit Dua (Prada).
Seperti dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Selasa (26/5), Maruli menyebut kehadiran para Tamtama Remaja baru ini membawa energi segar yang sangat strategis bagi penguatan Batalion Teritorial Pembangunan.
Baca Juga: Prajurit Yonko 466 dan Yon Arhanud 15 Pasgat Asah Profisiensi lewat Terjun Free Fall
Ia mengatakan satuan khusus tersebut diproyeksikan sebagai tulang punggung TNI AD dalam menghadapi tantangan multidimensional, di mana prajurit tidak hanya dituntut siap bertempur, tetapi juga harus adaptif dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana serta mendukung pembangunan wilayah.
Selama dua bulan digembleng secara intensif lewat skema 20 latihan terpadu, mereka kini telah dibekali kemampuan militer dasar yang tangguh berlandaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Lebih lanjut, Maruli mengingatkan agar para prajurit baru tidak cepat berpuas diri, karena pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal pengabdian panjang.
Diakhir amanatnya, Maruli menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran penyelenggara pendidikan, pelatih, dan pengasuh di lembaga pendidikan yang telah berhasil menyukseskan program Dikmata ini dengan aman dan lancar.
Baca Juga: Kembali ke Satuan, Danyonif 754 Apresiasi Satgas Pam Obvitnas PT Freeport Indonesia
Target Tiap Tahun Bangun 150 Batalion Teritorial Pembangunan
Maruli dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I, DPR RI beberapa waktu lalu memastikan tiap tahun TNI AD menargetkan pembentukan 150 Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) dengan rincian satu kabupaten bisa terdapat satu Batalion.
Menurutt Maruli pembangunan batalion ini sekaligus juga dengan pembangunan batalion-batalion kecabangan lainnya seperti Arhanud, Armed TNI AD, Zeni TNI AD, dan lainnya.

Ia pun memastikan pembangunan selama ini semuanya berjalan baik. Respons masyarakat antusias hampir di seluruh tempat walaupun ia tidak memungkiri terdapat satu-dua yang tanahnya sedikit bermasalah. Namun semuanya diselesaikan dengan musyawarah.
Senada, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam beberapa kesempatan juga mengatakan keberadaan (Yon TP) berikan kontribusi besar untuk pemerintah daerah (Pemda).
Ia mencontohkan kehadiran batalion baru ini bisa mengatasi atau membantu ketika bencana alam.
Baca Juga: Pemerintah Komitmen Beli Jet Tempur-Kapal Disertai Senjata dan Harwat
“Contoh nyatanya dapat kita lihat sendiri pada penanganan bencana di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu, dimana kehadiran satuan-satuan ini secara signifikan mempercepat respons di lapangan, baik untuk evakuasi maupun membantu pemulihan infrastruktur dan wilayah demi menormalisasi kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana,” jelas Donny.
Tak hanya itu Donny lebih lanjut memastikan kontribusi batalion ini untuk ketahanan pangan juga efektif.
“Begitu juga dalam hal ketahanan pangan, dimana mereka menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah lahan-lahan ketahanan pangan di daerah,” jelas Donny.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































