HANKAM

TNI AD Lantik Ratusan Prajurit Infanteri Siap Jaga NKRI

prajurit Infanteri
Proses pelantikan ratusan prajurit Infanteri yang siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Foto: Dok. Kodam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM – TNI AD kembali melantik ratusan prajurit Infanteri yang akan siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Sabtu (7/3), Komandan Rindam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Lalu Habibburahim Wiradarma secara resmi memimpin Acara Tradisi Pembaretan Prajurit Infanteri ini. Para prajurit merupakan siswa Dikjurbaif Abit Dikmaba Gelombang II dan Dikjurtaif Abit Dikmata Gelombang III TNI AD Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga: TNI AD Berkoordinasi dengan Polisi Terkait Prajurit Langgar Hukum tapi Lolos Rekrutmen

"Prosesi pembaretan merupakan simbol sahnya para prajurit menjadi bagian dari Keluarga Besar Korps Infanteri," ujar Habibburahim.

Ia kemudian membacakan amanat Komandan Pusat Kesenjatan Infanteri (Danpussenif), Letjen TNI Iwan Setiawan yang menyampaikan pentingnya para prajurit menjaga profesionalisme. Para prajurit diminta untuk tidak pernah berhenti mengasah kemampuan diri melalui budaya belajar dan berlatih secara konsisten di mana pun mereka ditempatkan nantinya.

Lebih lanjut, Danpusenif berpesan agar para lulusan mampu mengaplikasikan dan mengembangkan pengetahuan yang telah didapat selama pendidikan. Prajurit dituntut untuk berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini bertujuan agar mereka mampu melahirkan gagasan objektif serta menjadi sosok pemimpin sejati yang dibanggakan oleh satuan maupun anak buah.

Sementara itu di Rindam IV/Diponegoro upacara tradisi pengukuhan prajurit infanteri juga dilaksanakan. Komandan Rindam IV/Dip, Brigjen TNI Hindratno Devidanto melaksanakan pengukuhan penggunaan baret dan brevet “Yuddhawastu Pramukha” sebagai identitas Prajurit Korps Infanteri yang memiliki kemampuan manover paling depan di medan pertempuran.

Baca Juga: TNI AD Gelar Turnamen Siber untuk Perkuat Pertahanan Indonesia

Ia memastikan seorang bintara infanteri adalah tulang punggung satuan dan sebagai jembatan antara kepemimpinan perwira dan pelaksanaan di lapangan.

Dalam pengukuhan tersebut predikat terbaik diraih oleh mantan prajurit siswa, Serda Eko Andriyan Nur Farikin yang merupakan putra seorang pekerja wiraswasta, asal Dusun Puguh, Kecamatan Pegandon, Kendal, Jawa Tengah. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.