TNI AD Lantik 28.083 Prajurit Baru untuk Batalyon Teritorial Pembangunan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat total melantik 28.083 prajurit baru untuk Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP).
Hal ini dipastikan Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto yang memimpin upacara penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan di Bogor beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KRI Mandau-621 Gelar Bakti Sosial untuk Nelayan di Pulau Sebatik
Budi yang saat itu membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan upacara penutupan pendidikan ini menjadi tonggak awal pengabdian bagi para prajurit muda yang berhasil menuntaskan pendidikan dasar kemiliteran dengan baik.
“Tugas anda bukan saja bertempur, tetapi juga membangun. Jadilah prajurit multi peran, yaitu sebagai penjaga kedaulatan, motor penggerak pembangunan, sekaligus figur penguat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata KSAD dalam amanatnya.
Lebih lanjut KSAD mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan ini hanyalah awal dari perjalanan panjang sebagai prajurit TNI AD. Setiap prajurit dituntut untuk menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi dengan selalu menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI.
Baca Juga: Dua Kapal Perang TNI AL Uji Menembak Meriam hingga Manuver Perang di Laut Natuna
Dalam upacara disematkan juga tanda kelulusan kepada perwakilan lulusan terbaik, serta di akhiri dengan Defile pasukan.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, diharapkan seluruh prajurit Tamtama TNI AD Gelombang II TA 2025 mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus menjadi motor pembangunan di daerah, sejalan dengan semangat TNI AD yang profesional, modern, dan adaptif terhadap dinamika bangsa. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































