HANKAM

TNI AD Klarifikasi Terkait Insiden Prajurit Pukul Warga hingga Meninggal

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Foto: Dok. Penkodam XV/Pattimura)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Yonif 733/Masariku memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang timbul di ruang publik soal insiden yang melibatkan salah satu prajuritnya di Desa Umaloya, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Danyonif 733/Masariku Letkol Inf Dr. M. Aminulah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat.

​"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Aminullah di Ambon dikutip keterangan Penkodam XV/Pattimura, Senin (30/3).

Baca Juga: TNI AL dan Rusia Bedah Doktrin Latma Orruda 2026 di Jakarta

Ia menjelaskan berdasarkan laporan awal insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (22/3) tersebut bermula dari perselisihan antar-pemuda.

"Adik dari Pratu SB diduga terlibat perkelahian dengan adik korban. Perselisihan memuncak ketika rombongan keluarga korban mendatangi rumah Pratu SB dalam kondisi emosi dan melakukan aksi protes keras di depan rumah saat prajurit tersebut sedang menjalani cuti lebaran," kata Aminullah.

​Melihat adiknya dihentikan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga di bawah pengaruh minuman keras (miras) saat perjalanan pulang, Pratu SB mencoba melerai dan melindungi adiknya dengan cara memeluknya.

Baca Juga: TNI AD Selesaikan Pembangunan Jembatan Modular yang Hubungkan 2 Desa di Sumatra Utara

"Namun, Pratu SB justru ikut terkena pukulan di bagian kepala dan leher. Dalam situasi terdesak tersebut, Pratu SB memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah korban, hingga korban terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia," kata Aminullah.

Menyikapi kejadian ini, ia memastikan bahwa TNI adalah institusi yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat, sehingga setiap tindakan prajurit yang mencederai nilai tersebut akan ditangani dengan sangat serius.

Meski demikian, ia meminta semua pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, mengingat fakta di lapangan menunjukkan adanya unsur pembelaan diri terhadap intimidasi massa. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.