TNI AD Kirim Ratusan Alat Berat ke Sumatra Gunakan Anggaran Tahun 2026

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan anggaran pengadaan ratusan alat berat yang dikirim ke Sumatra.
Menurutnya anggaran tersebut berasal dari pengadaan tahun 2026.
Baca Juga: KSAD: Lumpur Banjir Sumatra Susah Dibersihkan Secara Manual Butuh Alat Berat
"Ini memang banyak barang-barang pengadaan tahun 2026 yang kami percepat karena prosedurnya ada, sehingga yang harusnya ke kesatuan, kami kirim dulu ke tempat bencana," kata Maruli saat memimpin Apel Gelar Alat Material Zeni (Almatzi) di Dermaga Satuan Angkutan Air Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1).

Lebih lanjut Maruli mengatakan total alat berat sejumlah 97 unit berupa Excavator 18 unit, Excavator Long Arm 3 unit, Bulldozer 7 unit, Mobil Water Treatment 20 unit.
Baca Juga: AS, Venezuela, dan Logika Melos: Ketika Kekuatan Menentukan Hukum
Selanjutnya Truck Tanki BBM 2 unit, Dump Truck 35 unit, Truck Damkar 7 unit, Truck Angpers 27 unit.
"Nanti alat-alat ini dikirim lewat kapal ADRI, kita loading hingga siap berangkat. Sisanya akan dikirim bertahap," pungkas Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































