TNI AD Kirim Mesin Bor Air, Pembangkit Listrik hingga Puluhan Alat Edukasi ke Papua

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat mengirimkan dukungan logistik ke Papua untuk menyukseskan Program Manunggal Air dan Papua Terang guna mendukung pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilansir dari keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Rabu (24/6), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan logistik tersebut dikirim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Pengiriman dilakukan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: Dudung Serap Aspirasi Daerah untuk Perkokoh Pertahanan Nasional Berbasis Ketahanan
“Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk saudara-saudara kita di Papua. Melalui Program Manunggal Air dan Papua Terang, TNI AD tidak hanya membangun sarana, tetapi juga menghadirkan harapan, kesehatan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Maruli.

Ia merinci logistik yang dikirim untuk Program Manunggal Air meliputi satu unit mesin bor air hidrolik, satu unit diesel pompa sirkulasi air, perangkat sirkulasi air, puluhan batang stang bor, berbagai jenis selang, mata bor khusus, serta perlengkapan teknis lainnya. Seluruh peralatan ini akan digunakan dalam pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, untuk Program Papua Terang diperkuat dengan pengiriman sejumlah dinamo dan turbo generator guna mendukung penyediaan energi listrik di wilayah sasaran. Kehadiran listrik diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, mendukung proses belajar mengajar, serta memperluas akses informasi dan komunikasi.

Selain itu, lanjut Maruli, TNI AD juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa 12 unit televisi, 12 unit parabola, 24 unit radio mini bluetooth, serta 24 unit speaker portabel lengkap dengan mikrofon yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat.
"Peralatan tersebut direncanakan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya menyesuaikan kapasitas angkut pesawat yang saat ini juga membawa perlengkapan satuan tugas dan dukungan lainnya," kata Maruli.
Ia memastikan Program Manunggal Air dan Papua Terang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Melalui sinergi erat antara TNI AD dan TNI AU, berbagai dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































