TNI AD Kerja Bakti Pasca Banjir Bandang Tewaskan 2 Orang di Wonosobo

Jakarta, IDM - TNI AD melalui Kodim Wonosobo mengerahkan personel untuk kerja bakti pasca banjir bandang dan tanah longsor di Wonosobo beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lanud DMN Maluku Ubah Lahan Berbatu Menjadi Lahan Produktif
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy memerintahkan Pasi Ops Kapten Arm Suyitno agar mengerahkan pasukannya melaksanakan karya bakti membantu masyarakat yang saat ini sedang terkena musibah.
"Bencana ini mengakibatkan kerusakan dibeberapa tempat bahkan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Kami bersama komponen masyarakat melaksanakan karya bakti salah satunya di bantaran sungai Semagung," kata Dandim.
Baca Juga: Bekerja Siang Malam, Satgas MTF TNI Konga Dapat Penghargaan dari Lebanese Armed Forces
“Saat ini Wonosobo sedang berduka, yaitu terjadi bencana dalam beberapa hari ini. Dampak dari bencana tersebut membawa permasalahan yang harus segera ditangani sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala serta meminimalisir kerugian," tambahnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































