HANKAM

TNI AD Kerahkan 169 Personel Bantu Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Korem 161/Wira Sakti
Dapur lapangan Korem 161/Wira Sakti untuk pengungsi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki. (Foto: Korem 161/Wira Sakti)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD telah mengerahkan 169 personel untuk membantu bencana erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Para personel ini tergabung dengan matra TNI lainnya dengan total jumlah 237 personel TNI.

"Kejadian bencana erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki tentunya menjadi perhatian semua elemen termasuk TNI AD untuk segera melakukan upaya baik mitigasi maupun penanganan pasca bencana. TNI AD khususnya jajaran Kodam IX/Udayana bergerak cepat dengan memerintahkan Korem 161/Wira Sakti untuk memimpin operasi tanggap darurat di wilayah terdampak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Wahyu kepada Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Sabtu, (23/11).

Baca Juga: Penutupan Latihan Transisi, Awak KRI Dituntut Mampu Hadapi Tantangan Peperangan Modern

Ia menjelaskan para personel TNI tiga matra ini berasal dari berbagai satuan yaitu Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Denbekang Kupang), Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah Kupang), Penerangan Korem (Penrem) dan Lanal Maumere.

Para personel ini lanjut Wahyu juga didukung berbagai lembaga kemanusiaan dan instansi pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur termasuk dari pihak Polri.

"Mereka turut bergabung dalam operasi ini, menciptakan kolaborasi yang luas dan terorganisir," kata Wahyu.

Baca Juga: Kodiklatad Siapkan 150 Prajurit TNI AD Wanita Jago Menembak

Wahyu mengatakan Kepolisian Resort Flores Timur menurunkan personel tambahan serta kendaraan operasional untuk mendukung kelancaran mobilisasi di lapangan, terutama dalam pengaturan keamanan di area pengungsian dan membantu mengamankan jalur distribusi bantuan. Sementara itu, Lanal Maumere menyediakan bantuan peralatan dan tenaga untuk operasi penyelamatan serta evakuasi masyarakat di wilayah yang lebih terpencil," kata Wahyu.

"Fokus utama operasi ini adalah melindungi dan memulihkan keadaan di tujuh desa terdampak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, yang mencakup Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, Boru Kedang, dan Dulipali," kata Wahyu. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.