TNI AD Gelar Simulasi Penanganan Konflik Bersenjata Non Internasional

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya menggelar simulasi penanganan konflik bersenjata non internasional. Materi ini diberikan sebagai bagian dari kegiatan Transfer of Knowledge (TOK) Hukum Fungsi Komando Tersebar yang diberikan Direktorat Hukum Angkatan Darat atau Ditkumad.
Dilansir dari keterangan Pendam II/Sriwijaya, Jumat, (2/8) dijelaskan simulasi ini menampilkan skenario penyelamatan sandera yang ditawan oleh kelompok separatis.
Baca Juga: Jaga Perairan Kupang, Bakamla Bentuk Relawan Pengamanan Laut
"Disamping pembelajaran teori para peserta TOK Hukum Fungsi Komando Tersebar juga diberikan aplikasi pengetahuan berupa simulasi terkait pelaksanaan proses penanganan konflik bersenjata non internasional," tulis keterangan Pendam II/Sriwijaya.
Untuk diketahui kegiatan TOK Hukum Fungsi Komando Tersebar diberikan kepada para prajurit agar tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan efektif, tetapi juga dapat menghindari pelanggaran hukum yang dapat merugikan institusi dan bangsa.
Baca Juga: Pimpin Rakor, Ini Pesan Wakil KSAU Jelang Pelaksanaan Annual Staff Meeting ke-18 TNI AU-RSAF
Pangdam II/Swj dalam sambutannya yang dibacakan Kakumdam II/Swj Kolonel Chk Amir Welong mengatakan bahwa peran strategis peserta TOK, baik sebagai komandan atau staf, dalam menjalankan tugas pokok yang diberikan institusi TNI sangatlah penting.
"Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang hukum dan aplikasinya secara benar dan tepat sangatlah diperlukan, sehingga semua permasalahan hukum dapat diselesaikan dengan tuntas,” katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































