Jaga Perairan Kupang, Bakamla Bentuk Relawan Pengamanan Laut

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) membentuk relawan pengamanan laut (rapala) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (31/07).
Kepala Kantor Zona Bakamla Timur, Laksma Bakamla Agam Endrasmoro menekankan pentingnya menjaga laut sebagai sumber daya yang tidak hanya memiliki karagaman hayati, tapi juga berperan menopang sejumlah segi kehidupan.
Baca Juga: KRI Bima Suci Keliling Dunia Selama 2 Bulan, Akan Singgah ke Rusia
Agam menilai pandangan tersebut harus dipahami para relawan, khususnya rapala Kota Kupang. Apalagi, lanjut Agam, perairan Kupang memiliki peran besar dalam aspek kemaritiman.
"Posisi strategis perairan Kupang menjadikannya pusat aktivitas maritim dengan potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai sektor," kata Agam, dikutip dari laman resmi Bakamla, Kamis (01/08).
Baca Juga: Kabadiklat Kemhan Tekankan Pentingnya Manajemen Pembangunan Nasional
Pelatihan rapala Kupang yang diikuti oleh 30 relawan digelar selama dua hari di salah satu hotel kota tersebut. Selama pelatihan, puluhan relawan diberi pembekalan berupa kemampuan menganalisa situasi dan kondisi ancaman keamanan laut.
Kemudian mereka juga dipaparkan informasi seputar kejahatan Imigrasi di Laut Kupang; upaya encegahan penyalahgunaan narkoba; upaya SAR dasar di atas air hingga tugas utama menjadi relawan pengamanan laut Bakamla. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































