TNI AD Gelar Seminar Nasional Bahas Isu Strategis dari Yon TP hingga Manfaat AI

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Militer: From Combat Force to Strategic Force. Kegiatan ini digelar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Rabu (13/5).
Dilansir keterangan Dispenad dalam seminar tersebut dibahas terkait Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Artificial Intelligence (AI), dan Ekonomi Nasional.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan menghimpun berbagai masukan guna mendukung pelaksanaan program-program Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan pengabdian TNI AD di lapangan.
Baca Juga: HUT ke-63 Kodam Cenderawasih, Pengamanan Wilayah hingga Aksi Menyelamatkan Nyawa
“Ini memang salah satu kegiatan yang rutin dilakukan, yakni pengkajian yang dilanjutkan seminar saat pelaksanaan pendidikan Seskoad. Namun, di tengah banyaknya program-program Presiden yang baik, nanti akan kita detailkan lagi kepada pihak-pihak yang memiliki peranan langsung mengenai berbagai permasalahan di lapangan. Rekan-rekan TNI yang bertugas di daerah juga dapat menjelaskan kondisi di wilayah masing-masing. Kajian-kajian ini akan terus dilanjutkan melalui seminar agar mendapatkan masukan dari berbagai pihak, sekaligus dapat menjelaskan kepada masyarakat,” kata Maruli.
Ia berharap pentingnya pemahaman masyarakat terkait keberadaan Yonif TP yang tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan wilayah, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah, penanggulangan bencana, hingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam seminar tersebut, Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Letkol Inf Denny Sopyan memaparkan konsep transformasi kekuatan militer modern yang kemudian dibahas bersama para narasumber dan peserta seminar. Salah satu fokus utama ialah pengembangan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) sebagai satuan yang memiliki kemampuan tempur sekaligus mendukung pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Peneliti Surya Research Education Center, Yohanes Surya memaparkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pertahanan modern. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi AI guna mendukung efektivitas pengambilan keputusan, sistem komando dan pengendalian, analisis intelijen, serta modernisasi alutsista.
Selanjutnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan membawakan materi “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”, sedangkan Profesor Sri Fatmawati memaparkan tema “Biodiversitas Sebagai Aset Strategis” yang menyoroti pentingnya stabilitas keamanan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Melalui seminar ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan strategis yang profesional, modern, adaptif, dan responsif terhadap tantangan masa depan guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































