TNI AD Gelar Pendidikan Perwira Penjinak Bahan Peledak, Potensi Dikirim ke Misi Internasional

Jakarta, IDM – TNI AD dari Korps Zeni menggelar pendidikan Perwira Penjinak Bahan Peledak (Dikpa Jihandak) Tahun Anggaran 2026 di Bogor, Jawa Barat.
Pembukaan pendidikan dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Pusdikzi, Kolonel Czi Arief Hidayat yang pada kesempatan tersebut juga membacakan amanat Kapusziad Mayjen TNI Budi Hariswanto.
Baca Juga: 2 Kapal Perang TNI AL Terjang Medan Ranjau hingga Simulasi Sergapan di Selat Singapura
Dalam amanat tersebut juga disampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit peacekeeper Indonesia di Lebanon akibat ledakan ranjau. Peristiwa tersebut menjadi pengingat krusial bahwa ancaman bahan peledak adalah realitas nyata yang menuntut kesiapan tinggi personel Zeni di medan tugas.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kemampuan Jihandak merupakan kebutuhan operasional vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa prajurit dan keberhasilan tugas, baik dalam pengamanan VVIP maupun misi internasional seperti potensi penugasan kemanusiaan di Gaza.
"Para peserta didik harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk ancaman bahan peledak melalui media UAV (drone), serta wajib memiliki ketenangan dan kepatuhan mutlak pada prosedur operasional," pesan Kapusziad.
TNI AD Gelar Pendidikan Perwira Penjinak Bahan Peledak, Potensi Dikirim ke Misi InternasionalBaca Juga: Laksanakan Jam Komandan, Danyon Armed 6 Kostrad: Prajurit Hebat bukan Soal Fisik Saja
Melalui pendidikan ini, para perwira diharapkan mampu menguasai aspek teknis secara komprehensif dan membangun naluri tempur yang tajam. Kapusziad berharap agar seluruh peserta menjaga disiplin tanpa toleransi, karena dalam bidang Jihandak, kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak fatal.
"Pendidikan ini menjadi sarana strategis dalam mencetak kader pemimpin Zeni yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks," tutup Kapusziad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































