TNI AD Gelar Latihan Pertolongan Taktis Korban Tempur

Jakarta, IDM – TNI AD dari Batalion Infanteri (Yonif) 503/Mayangkara melaksanakan Latihan Pertolongan Taktis Korban Tempur (Tactical Combat Casualty Care/TCCC). Latihan ini digelar di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dilansir dari keterangan Penyonif 503/Mayangkara, Sabtu (7/2), latihan ini digelar guna meningkatkan kemampuan personel dalam penanganan medis darurat di medan operasi.
Baca Juga: Koarmada RI Geser 6 Kapal Perang ke Tanjung Pinang, Ini Alasannya
"Dengan adanya latihan ini harapannya ksatria mayangkara mampu menguasai dan mendukung keselamatan prajurit dan keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan," tulis keterangan Penyonif 503/Mayangkara.
Dijelaskan latihan ini mencakup penanganan perdarahan, pembebasan jalan napas, evakuasi korban secara taktis, serta kerja sama tim dalam situasi operasi.
Baca Juga: Tuntaskan Misi 4 Hari, Kapal Perang HMAS Toowoomba Tinggalkan Jakarta
"Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pembekalan materi dan simulasi lapangan yang mendekati kondisi sebenarnya," tutup Penyonif 503/Mayangkara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































