TNI AD Gelar Latihan Penanggulangan Bahan Peledak dan Nuklir di Bandara Soetta

Jakarta, IDM – TNI AD dari Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Pusziad) Bersama Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar Latihan Terpadu Penanggulangan Bahaya Bahan Peledak dan Nuklir, Biologi, Kimia 2024. Latihan ini digelar di Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng Jakarta Barat, Selasa, (26/11).
Baca Juga: Koops Habema Borong Hasil Tani Warga Distrik Boega
Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto sebagai Pimpinan Umum latihan mengatakan kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan satuan Denzijihandak dan Denzinubika juga sinkronisasi terhadap standard operating procedure (sop) yang berlaku di bandara Soekarno-Hatta dalam menghadapi ancaman bahaya bahan peledak dan bahaya Nubika.

Lebih lanjut ia mengatakan latihan ini juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel keamanan bandara khususnya untuk menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: TNI AU dan TUDB Gelar Latma Elang Brunesia X/’24, Kerahkan Super Puma hingga S70i Blackhawk
"Saya berharap latihan terpadu ini bukan hanya sekedar simulasi teknis, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kerjasama dan memperkuat koordinasi lintas sektor," kata Budi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































