HANKAM

TNI AD Ciptakan Alat Buka dan Rangkai Amunisi Kaliber 12,7 mm, Idenya dari Jarum Suntik

Alat buka dan rangkai amunisi.
Alat buka dan rangkai amunisi (peluru) kaliber 12,7 mm. (Foto: Dok. Majalah Pandu)

Jakarta, IDM – Sebagian orang mungkin belum mengetahui bahwa para prajurit TNI AD punya banyak inovasi dalam tugas mereka. Biasanya ide/gagasan inovasi ini didapatkan dari kegiatan mereka sehari-hari yang tujuannya pun untuk menunjang kegiatan mereka.

Adalah Bengkel Pusat Peralatan Angkatan Darat (Bengpuspal Puspalad) yang punya banyak inovasi ini. Salah satunya adalah alat buka dan rangkai amunisi (peluru) kaliber 12,7 mm.

Baca Juga: Prajurit TNI Cegah Ledakan Maut di Afrika Tengah

Dilansir dari Majalah Pandu terbitan tahun 2021, Sabtu (31/5) dijelaskan ide pembuatan alat itu berasal dari pengalaman selama latihan menembak. Ketika latihan para prajurit sering membuka paksa track link (rangkaian tempat peluru) dengan cara memukul bagian primer peluru. Padahal hal ini bisa berakibat fatal, karena bisa memicu peluru meledak.

Cara kerja alat terinspirasi.
Cara kerja alat terinspirasi dari cara kerja jarum suntik, kemudian ditambahkan pegas. (Foto: Dok. Majalah Pandu)

Karena hal ini, Bengpuspal Puspalad melalui sub bengkel senjata ringan (bengjatri) menciptakan rancang bangun alat untuk membuka dan merangkai amunisi kaliber 12,7 mm. Cara kerjanya terinspirasi dari cara kerja jarum suntik, ditekan keluar lalu ditarik masuk lagi. Pertama kali dibuat memakai pipa plastik, kemudian dikembangkan lagi dengan menggunakan material besi.

Baca Juga: Marinir Patroli Pengamanan Pulau Deli, Perbatasan Samudra Hindia

Alat ini kemudian ditambahkan bantu pegas. Ujung alat kemudian dikaitkan ke amunisi yang masih tersambung dengan track link. Ketika sudah terkait, dengan dibantu pegas alat itu kemudian ditekan maka amunisi otomatis keluar berbarengan dari track link-nya.

Alat ini sederhana, namun fungsinya sangat vital dan sudah diujicoba. Kini alat tersebut sudah diproduksi ribuan dan dibagi-bagikan ke semua batalyon, dan sangat membantu mengurangi insiden kecelakaan saat latihan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.