TNI AD Cetak 50.350 Hektare Lahan Sawah di Kalimantan yang Dulu Semak dan Hutan Liar

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AD yang tergabung dalam Satgas Swasembada Pangan Wilayah Kalimantan berhasil mencetak lahan sawah yang dulunya tertutup semak dan hutan liar.
Tampak garis-garis petak sawah mulai terbentuk, tanggul-tanggul baru berdiri, dan saluran irigasi perlahan mengalirkan air.
Baca Juga: Harumkan Indonesia, Kapten Czi Idham Prabowo Raih “Honor Graduate Award” di Filipina
Dilansir dari keterangan Dispenad, Sabtu (16/8) pekerjaan ini dilakukan dengan excavator dan tangan-tangan terampil prajurit TNI AD bekerja bahu-membahu bersama petani setempat di bawah terik matahari, menyiapkan lahan yang kelak akan menjadi sumber pangan.
Meski padi belum menghijau, tanda-tanda kehidupan baru di lahan itu sudah jelas terlihat. Menandakan sebuah proses panjang yang diawali dari program cetak sawah hasil sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, akademisi, penyuluh, kejaksaan, dan TNI AD.
Membuka lahan berdasarkan survei, identifikasi, dan desain
Satgas yang dipimpin Brigjen TNI Putra Widiastawa ini hadir untuk memastikan tahap awal cetak sawah berjalan lancar sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan. Sebagai pelaksana di lapangan, TNI AD membantu mewujudkan program yang dimotori Kementerian Pertanian.
Mulai dari membuka lahan baru berdasarkan hasil Survei, Identifikasi, dan Desain (SID) para akademisi, hingga membangun sarana pendukung seperti irigasi dan pematang sawah. Optimalisasi lahan kemudian dilakukan bersama Kodim setempat melalui perbaikan saluran air, distribusi pupuk, dan penggunaan bibit unggul, sementara peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dilakukan agar petani dapat panen hingga tiga bahkan empat kali dalam setahun.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Lanud SAM Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Perkembangan program cetak sawah di Kabupaten Kapuas menunjukkan capaian yang signifikan. Dari target SID seluas 50.350 hektare, saat ini realisasi terkontrak telah mencapai 81,58% dan realisasi pengerjaan fisik mencapai 24,22%. Untuk mempercepat realisasi fisik, telah diturunkan sebanyak 696 excavator di lapangan, untuk pengerjaan land clearing dan land levelling.
Dengan perannya sebagai mitra pelaksana, Satgas TNI AD menunjukkan bahwa kehadiran prajurit di lapangan bukan untuk mengambil alih tugas sektor pertanian, tetapi untuk memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan tepat sasaran. Dari lahan tidur menjadi calon lumbung pangan, inilah bentuk pengabdian nyata TNI AD bersama rakyat dan pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































