Antisipasi Karhutla, Lanud SAM Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Jakarta, IDM – Lanud Sjamsuddin Noor (SAM) mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan pada musim kemarau.
Dalam pelaksanaannya, Lanud SAM bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (KalseL).
Baca Juga: TNI AL Matangkan Kesiapan Seacat 2025, Latihan Bareng AS dan Singapura
Komandan Lanud Sjamsuddin Noor, Kolonel Pnb Suparjo menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Lanud SAM dalam mendukung kegiatan OMC yang berlangsung selama 10 hari, sejak 14 hingga 24 Agustus 2025.

“Operasi ini bukan hanya untuk mencegah karhutla, tetapi juga sebagai bentuk bakti TNI AU dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Suparjo.
Baca Juga: KRI Bung Tomo Tiba di Malaysia, Awali Partisipasi Latihan Multilateral Angkatan Laut Asean
Dalam laman resminya, TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjelaskan bahwa dalam operasi ini dikerahkan satu unit pesawat Cassa C-212 dengan tail number A-2104 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Pesawat tersebut dilengkapi dengan peralatan khusus untuk membawa serta menyebarkan bahan semai.
Penyemaian akan difokuskan di wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi, khususnya area gambut dan lahan kering di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Sebelum itu, tim teknis BKMG terlebih dahulu akan memantau kondisi atmosfer untuk menentukan lokasi awan potensial. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































