TNI AD Buka Suara Terkait Surat Telegram Rahasia dari Asintel KSAD

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana buka suara terkait surat telegram rahasia dari Asisten Intelijen (Asintel) yang ditujukan kepada seluruh prajurit di wilayah DKI Jakarta.
Menurut Wahyu surat telegram yang telah beredar tersebut tidak benar atau hoaks.
"Itu tidak benar, TNI AD tidak mengeluarkan surat tersebut, secara ketentuan dinas semua aspek di dokumen tersebut tidak sesuai dengan administrasi umum yang berlaku di TNI/TNI AD," kata Wahyu di Jakarta, Sabtu (30/8).
Baca Juga: Latma Elang Ausindo, Misi AAR Perkuat Interoperabilitas F-16 TNI AU dan KC-30 RAAF
Lebih lanjut Wahyu meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan penyebaran dokumen-dokumen yang membawa nama institusi TNI/TNI AD dan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi apapun.
"Bagi pihak-pihak tertentu agar tidak memanfaatkan situasi yang sedang terjadi dengan melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dan meresahkan masyarakat," kata Wahyu.
Untuk diketahui beredar di grup-grup pesan Whatsapp sebuah surat telegram dengan nomor T-357/VIII/2025 yang berisi perintah dari Asintel KSAD kepada komandan satuan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan memastikan perintah ini dipatuhi sepenuhnya oleh seluruh anggota dan keluarga.
Baca Juga: KSAD Pimpin Alih Kodal Enam Kodam Baru di Mabesad
Perintah tersebut adalah bahwa seluruh prajurit TNI AD beserta keluarga agar tidak keluar rumah serta menunda segala bentuk aktivitas di luar rumah, kecuali atas perintah dinas atau untuk keperluan yang benar-benar mendesak.
Hal ini lantaran berdasarkan perkembangan terakhir, situasi di wilayah Jakarta mengalami peningkatan eskalasi dan berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































