TNI AD Berduka, Satu Prajurit Gugur Usai Tugas Kemanusiaan di Aceh

Jakarta, IDM – Pusat Zeni TNI Angkatan Darat berduka satu prajuritnya Kapten Czi M. Syaugi Ichwanto usai menjalani tugas kemanusiaan di Sumatra.
Dilansir dari keterangan Penpusziad, Jumat (23/1), Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad), Mayjen TNI Budi Hariswanto beserta keluarga besar Pusat Zeni TNI AD menyampaikan duka cita yang mendalam.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Pendidikan Vokasi Logistik Militer Unhan di Belu
"Almarhum gugur saat melaksanakan tugas penanggulangan bencana Sumatera sebagai bentuk pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Selamat jalan Kusuma Bangsa, pengabdianmu abadi, jasamu akan selalu dikenang," tulis keterangan Penpusziad.
Untuk diketahui, Kapten Czi M. Syaugi Ichwanto dan timnya mengalami kecelakaan mobil usai melakukan pekerjaan pembangunan jembatan Bailey di Kampung KR Pelang, Kabupaten Aceh Tengah. Syaugi sendiri adalah Komandan Kompi (Danki) Bantuan Yonzipur 16/Dhika Anoraga Kodam Iskandar Muda.
Baca Juga: Meriam KRI Prabu Siliwangi-321 Diuji Tembak Perdana di Perairan Italia
Rombongan prajurit ini hendak balik ke home base namun kendaraan dinas TNI AD jenis Isuzu MPS 3911-05 milik Yonzipur 16/Dhika Anoraga yang ditumpangi para prajurit mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi wilayah Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kilometer 22 Desa Kreung Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Kendaraan yang melaju dari arah Kabupaten Bener Meriah menuju Kabupaten Bireuen tersebut diduga keluar jalur saat melintasi tikungan tajam.
Akibat kecelakaan itu, Kapten Czi Muhammad Syaugi Ichwanto dinyatakan meninggal, sementara itu, lima orang prajurit mengalami luka berat dan empat orang prajurit lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































