TNI AD Bantah Staf Khusus KSAD Terlibat Eksekusi Lahan di Makassar

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono memastikan Staf Khusus KSAD, Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaja tidak terlibat sengketa tanah di Makassar.
Hal ini dikatakannya menanggapi isu yang viral di media sosial bahwa ada oknum Jenderal yang diduga "bekingi" sengketa tanah di Makassar.
Baca Juga: Indonesia-Amerika Serikat akan Gelar Latihan Bersama di Batam pada Desember Mendatang
"Mengenai isu keberadaan Staf Khusus KSAD di Makassar, klarifikasi dari yang bersangkutan sudah sangat jelas. Beliau berada di Makassar pada saat itu murni untuk menghadiri acara pribadi yang lokasinya kebetulan berdekatan dengan area yang menjadi perhatian publik," kata Donny di Jakarta, Kamis (20/11).
Lebih lanjut Donny memastikan bahwa Mayjen Ahmad tidak berada di dalam lokasi sengketa, tidak mengikuti proses apa pun di lapangan, dan sama sekali tidak terlibat dalam urusan tersebut.
"Karena itu, tudingan bahwa beliau "membekingi" salah satu pihak sebagaimana yang beredar di media sosial dapat dipastikan tidak benar. Perlu saya tegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tetap memegang teguh prinsip netralitas dan profesionalitas, serta memastikan setiap prajurit bertindak sesuai kewenangannya," tegas Donny.
Baca Juga: TNI AD Seleksi Prajurit ke Gaza, Fokus Kesehatan dan Psikologi Prajurit
Untuk diketahui sengketa tanah tersebut melibatkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK). Sengketa tanah yang diklaim milik JK ini mencuat selama beberapa waktu terakhir.
Lahan tersebut seluas 16,4 hektare (Ha) itu berlokasi di Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan. JK mengklaim lahan tersebut sah miliknya dan menduga dicaplok atau diambil alih oleh mafia tanah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































