TNI AD Bantah Isu Tabrak Lari Ojol, Minta Masyarakat Patuhi UU Lalu Lintas

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam XV/Pattimura memberikan klarifikasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan truk TNI AD dengan sepeda motor ojek online (ojol) di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon beberapa waktu lalu.
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Senin (9/3), Kapendam XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, mengatakan bahwa narasi "tabrak lari" yang beredar di media sosial adalah informasi yang tidak benar dan cenderung provokatif.
Ia menjelaskan kronologi peristiwa yaitu bermula sekitar pukul 18.30 WIT saat konvoi truk TNI AD yang membawa Calon Siswa (Casis) bergerak dari RS dr. J.A. Latumenten menuju Rindam XV/Pattimura dengan pengawalan Polisi Militer.
Baca Juga: TNI Siaga 1, Pengamat: Konsolidasi Awal dan Pesan TNI Siap Hadapi Kedaruratan
Setibanya di depan kantor Jasa Raharja, sebuah motor ojol yang dikendarai oleh JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi. Motor tersebut bersenggolan dengan bagian belakang truk terakhir, hingga menyebabkan pengendara ojol dan penumpangnya terjatuh.
Pengemudi truk awalnya tidak menyadari kejadian tersebut. Namun, setelah diberitahu oleh pengendara lain, pengawal (Patwal) sempat menghentikan konvoi di Jembatan Merah Putih (JMP) untuk menunggu konfirmasi dari pengemudi ojol.
"Karena yang bersangkutan tak kunjung datang, rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan," jelas Heri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI dan Kepala BIN ke Hambalang
Kecelakaan ini mengakibatkan penumpang motor, SKP (13), mengalami patah tulang pangkal paha kiri. Saat ini, pelajar SMP tersebut tengah menjalani perawatan intensif di Siloam Hospitals Ambon.
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab, perwakilan pimpinan Kodam XV/Pattimura telah menjenguk korban dan memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya hingga sembuh.
"Kami sangat prihatin dan mendoakan agar adik SKP segera pulih, sehingga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kami memberikan perhatian penuh, termasuk dukungan biaya perawatan medis," ujar Heri.
Baca Juga: TNI-Polri Bersama 5.000 Buruh dan Ojol Apel Kamtibmas
Saat ini, lanjut Heri pihak Kodam masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengemudi truk maupun pengemudi ojol untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, terutama kewajiban memberikan prioritas kepada kendaraan yang berada dalam pengawalan petugas, serta menjaga jarak aman demi keselamatan bersama.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mari percayakan proses penanganan ini kepada pihak berwenang agar situasi tetap kondusif," tutup Heri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































