TNI AD Bangun Monumen Jenderal Soeharto, Dikenang sebagai Bapak Kostrad

Jakarta, IDM – TNI AD dari Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad membangun Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) M.H. Soeharto yang berlokasi di Brigif 6 Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dilansir dari keterangan Pendivif 2 Kostrad, peresmian monumen dilakukan oleh Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun bersama Siti Hediati Soeharto mewakili keluarga besar Jenderal Soeharto.
Peresmian juga dihadiri jajaran pejabat Divif 2 Kostrad, jajaran Forkopimda Surakarta, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Baca Juga: Kenang Sosok Try Sutrisno, Panglima TNI: Beliau Selalu Berikan Petuah untuk Kebaikan TNI
"Semua yang hadir dalam suasana penuh kebanggaan dan penghormatan terhadap sosok yang dikenal sebagai Bapak Kostrad," tulis keterangan Pendivif 2 Kostrad.
Pangdivif 2 pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa monumen yang berdiri megah di Brigif 6 bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penghormatan dan pengingat abadi atas jasa serta pengabdian Jenderal Besar M.H. Soeharto kepada bangsa dan negara.
"Monumen ini adalah penanda sejarah sekaligus sumber inspirasi bagi setiap prajurit Kostrad untuk menjaga jati diri sebagai pasukan yang tangguh, disiplin, dan setia kepada NKRI," ujar Primadi.
Baca Juga: Gejolak Timur Tengah dan Ujian Kedaulatan Negara
Ia mengatakan bahwa sejarah mencatat peran penting Jenderal Besar M.H. Soeharto dalam perjuangan bangsa, termasuk kepemimpinannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi tonggak bersejarah. Kepemimpinan beliau yang visioner, tegas, dan penuh strategi telah membentuk fondasi doktrin serta karakter prajurit Kostrad: loyalitas, profesionalisme, dan pengabdian tanpa pamrih.
"Setiap generasi memiliki tantangan tersendiri, dan tugas kita adalah menjawab tantangan zaman dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi tanpa batas,” kata Primadi.
Dengan berdirinya monumen ini, diharapkan tumbuh rasa bangga, motivasi, dan semangat juang yang lebih kuat bagi seluruh prajurit Brigif 6 dan Divif 2 Kostrad. Monumen ini menjadi pengingat bahwa prajurit Kostrad harus selalu siap digerakkan kapanpun dan dimanapun, berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































