TNI AD akan Bangun 157 Satuan Bantuan Tempur dan Administrasi

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyebut TNI AD akan membangun 157 satuan bantuan tempur dan administrasi.
Menurut Donny, pembangunan satuan baru ini menjadi konsep atau merupakan bagian dari desain besar pembentukan kekuatan di tingkat kabupaten/kota.
Baca Juga: TNI AL Percepat Digitalisasi Tata Kelola, Wakasal: Pengambilan Keputusan Harus Cepat
"Ada 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi. Seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah, sesuai perencanaan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan," kata Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4).
Donny menjelaskan, selain satuan ini, juga target pembangunan 514 Batalion Teritorial Pembangunan (YTP).
Baca Juga: Didatangi Dubes Sudan, Menhan Sjafrie Buka Peluang Kerja Sama Industri Pertahanan
"Terkait upaya untuk mengejar target tersebut, saat ini satuan kewilayahan TNI AD secara bertahap sedang menyiapkan lahan dan sarana pendukung pembangunan Yon TP, sehingga proses pengembangannya dapat berjalan lebih optimal," jelas Donny.
Untuk diketahui saat ini TNI AD sudah membangun sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalion Teritorial Pembangunan (YTP). Dimana proses pengembangannya berjalan secara bertahap dan berlanjut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































